Berita
Hasil Pantauan Drone Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi
Hasil Pantauan Drone Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi
SANGATTA — Kualitas udara di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Berdasarkan data pemantauan stasiun OpenMeteo per 16 September 2026 pukul 07.00 WIB, Air Quality Index (AQI) Kutai Timur menyentuh angka 165. Angka ini menempatkan wilayah tersebut dalam kategori Tidak Sehat (Unhealthy).
Konsentrasi polutan udara tercatat melebihi baku mutu:
PM2.5: 82,8 µg/m³
PM10: 87,2 µg/m³
Peningkatan angka AQI ini sejalan dengan tren kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan lonjakan hotspot (titik panas) di wilayah tersebut.
Penyebab Kenaikan Polusi dan Titik Panas
Hasil analisis AI dan data satelit (MODIS/VIIRS) menunjukkan bahwa wilayah Kalimantan Timur tengah berada di penghujung musim kemarau. Luas area kebakaran aktif diperkirakan mencapai ±1.200 km².
Arah angin dominan bertiup dari Barat ke Selatan, membawa asap kebakaran lahan dari area pedesaan, perkebunan, dan hutan lebat menuju kawasan berpopulasi padat seperti Sangatta, Penajam, hingga area sekitar Bontang.
Foto Dokumentasi
Meskipun kondisi ini belum tergolong darurat (AQI > 300), pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan guna menekan risiko ISPA:
’ Batasi Aktivitas Luar: Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak di bawah 12 tahun, lansia, serta penderita penyakit jantung dan pernapasan.
’ Gunakan Masker Standar: Disarankan menggunakan masker pelindung seperti N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar gedung.
’ Pantau Gejala Kesehatan: Waspadai gejala batuk, sesak napas, hingga iritasi mata, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika kondisi memburuk.
"Pengumuman kepada seluruh warga Sangatta Sehubungan dengan menurunnya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini dalam kondisi kurang sehat, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati. Dimohon kepada warga yang ingin keluar rumah untuk selalu menggunakan masker guna melindungi pernapasan dari bahaya asap. Batasi juga aktivitas anak-anak di luar ruangan. Terima kasih atas perhatiannya, jaga kesehatan kita bersama."